Identitas Buku

  • Judul Buku: Batang Sukali Masa Depan Tiakar: Panduan Taktis Konservasi Lingkungan, Pengembangan Ekowisata, dan Kolaborasi Multipihak
  • Penulis: Sepriyendi, Benni, SH., dan Feni Efendi
  • Tata Letak: Feni Efendi
  • Desain Sampul: Feni Efendi
  • Penerbit: Penerbit Pajacombo 
  • Cetakan: Pertama, Juni 2026
  • ISBN 978-634-05-3073-5
  • Tebal: viii + 104 hlm; 15,5 x 23 cm


Resensi Buku: Batang Sukali Masa Depan Tiakar

Buku lingkungan dan pembangunan berkelanjutan berjudul Batang Sukali Masa Depan Tiakar karya Sepriyendi, Benni, SH., dan Feni Efendi hadir sebagai panduan taktis yang sangat relevan di tengah tantangan degradasi lingkungan perkotaan. Diterbitkan oleh Penerbit Pajacombo Tanah Payau pada Juni 2026, buku setebal 104 halaman ini menawarkan strategi komprehensif untuk merawat sungai sebagai urat nadi peradaban lokal.
Sinopsis dan Premis Buku

Dalam bentang budaya Minangkabau, konsep tanah jo aia bukan sekadar ruang fisik, melainkan simbol marwah dan identitas kultural. Bagi masyarakat Kelurahan Tiakar, Payakumbuh Timur, aliran Batang Sukali telah lama menghidupi persawahan serta membentuk karakter sosial anak nagari. Namun, tekanan modernitas dan urbanisasi menuntut pendekatan baru yang lebih taktis untuk menyelamatkan ekosistem sungai.

Buku ini disusun bukan sebagai laporan teoretis yang kaku, melainkan panduan aplikatif berbasis data empiris. Penulis mengusung pendekatan kolaborasi Pentahelix yang menyatukan sinergi antara pemerintah, lembaga adat (Niniak Mamak, KAN, Bundo Kanduang), lembaga masyarakat, sektor swasta, akademisi, serta komunitas pemuda. Melalui integrasi kearifan lokal seperti tradisi gotong royong dan sistem lubuk larangan dengan tata kelola modern, buku ini memetakan jalan keluar untuk restorasi lingkungan dan pengembangan ekowisata berbasis komunitas (community-based ecotourism).

Keunggulan Buku

  • Pendekatan Kolaboratif yang Kuat: Konsep Pentahelix yang ditawarkan memberikan cetak biru (blueprint) nyata bagaimana berbagai elemen masyarakat dapat bersatu tanpa terjebak ego sektoral.
  • Memadukan Tradisi dan Modernitas: Berhasil merajut nilai-nilai kearifan lokal Minangkabau ke dalam manajemen pelestarian lingkungan masa kini yang transparan dan akuntabel.
  • Kenyamanan Visual Penerbitan: Dari segi produksi, tata letak yang dikerjakan oleh Feni Efendi menggunakan huruf Cambria ukuran 11 dengan spasi 1,15 pada format buku 15,5 x 23 cm menghadirkan kenyamanan baca serta kerapian visual khas terbitan ilmiah profesional.

Kesimpulan
Batang Sukali Masa Depan Tiakar merupakan bacaan wajib bagi para penggiat lingkungan, akademisi, pemerintah daerah, praktisi pariwisata, serta masyarakat umum yang peduli terhadap pelestarian alam dan pembangunan ekowisata berbasis partisipasi lokal.